Rab. Agu 12th, 2020

Sultra

Selamat datang

Rekonstruksi Pembunuhan Mahasiswa di Kendari, Wartawan Dilarang Meliput

2 min read

Logo tegas.co

Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Tenggara (Sultra) menggelar rekontruksi kasus Pembunuhan di Jalan Abdulah Silondae, Kecamatan Mandonga, Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), Jumat (20/12/2019)

Pembunuhan itu terjadi saat aksi 26 September 2019. Randi mati tertembak. Randi dan Yusuf Kardawi turut tewas dalam aksi itu.

Rekontruksi itu berkaitan dengan petunjuk Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sultra untuk melengkapi berkas perkara tersangka oknum polisi Brigadir AK.

Saat rekontruksi digelar, wartawan yang akan melakukan peliputan sempat dihalangi oleh oknum polisi. Polisi itu melarang wartawan untuk mengambil gambar di Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Informasi yang dihimpun wartawan rekontruksi balistik mendatangkan ahli dari Latfor untuk mengetahui berapa kecepatan senjata yang keluar kemudian sudut prefasi jatuhnya dimana.

PUISI “ADA YANG MATI HARI INI” (BUAT RANDY)

Dikutip dari tribratanews/klik disini – Insiden tak mengenakkan kembali menimpa beberapa orang rekan jurnalis saat hendak meliput rekonstruksi olah TKP di Kantor Disnakertrans Sultra, Jalan Abdullah Silondae.

Terkait hal tersebut Kabid Humas Polda Sultra AKBP Muhammad Nur Akbar, S.H., S.I.K., M.H. menegaskan tidak ada maksud untuk menutup-nutupi rekonstruksi olah TKP yang dilakukan oleh personel Ditreskrimum Polda Sultra, serta bukan maksud dari penyidik untuk tidak transparan.

“Jadi rekan-rekan mohon bedakan antara penyidik dan petugas keamanan saat rekonstruksi, itu bukan menutup-nutupi, dilakukan supaya kelancaran rekon tidak terganggu, ” ungkapnya, Jumat (20/12).

Ia menegaskan saat dilakukan rekonstruksi, personel yang bertugas untuk menjaga keamanan sedang mengawal personel dari Labfor Mabes Polri, sehingga demi menjaga keamanan petugas berjaga-jaga agar proses rekonstruksi tidak terganggu.

Personel dari Labfor Mabes Polri menggelar rekon untuk melakukan pengukuran jarak sudut elevasi proyektil terkait dengan kasus meninggalnya Almarhum Randi saat berdemonstrasi September 2019 lalu.

Melalui Kabid Humas, Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Sultra AKBP La Ode Aries Elf, S.I.K., menyampaikan permohonan maaf atas tindakan anggotanya.

“Sekali lagi mohon di maklumi agar kedepan kita saling mengingatkan lagi, Bapak Kapolda menyampaikan ke saya bahwa kasus ini tidak ada yang di tutup-tutupi kita ikuti jalurnya sesuai prosedur,” pungkas Mantan Kapolres Konawe ini.

T I M

Desember 2019
S S R K J S M
« Apr    
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031  
error: Content is protected !!